Mencari kebahagiaan
Pada hakekatnya semua manusia telah dianugrahi "jatah" rezeki masing-masing
oleh Allah SWT. Kesemua ini tergantung dari upaya maupun usaha setiap individu
manusia untuk menggapainya. Oleh karena itu kunci untuk mencapai kebahagian adalah
usaha.
Kita ketahui pasti bahwa siklus waktu adalah 24 jam
dalam sehari semalam. Pada umunya sesorang melakukan kegiatan (bekerja) pada siang hari.
Bertemu dengan keluarga pada sore menjelang malam hari. Dan pada malam hari digunakan
untuk istirahat.
Mari kita analogikan. Bahwa usia produktip manusia dimulai dari umur 20 tahun sampai
60 tahun. Dengan kata lain selama 40 tahun manusia harus berusaha / bekerja. Jika kita
kaitkan dengan pernyataan diatas, bahwa bekerja adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.
Berarti selama 40 tahun diri kita selalu diliputi oleh perasaan yang tidak menyenangkan.
Dalam artian lebih dari separuh umur kita, setiap hari diri kita merasakan perasaan yang tidak enak atau
perasaan yang tidak menyenangkan.
maka kita gagal menjadi manusia yang
berbahagia.
Disisi lain fatwa agama menyatakan bahwa BEKERJA adalah IBADAH, Kalau individu manusia menyatakan
bahwa bekerja itu tidak menyenangkan atau bekerja itu tidak enak, maka terjadilah persamaan
matematis sebagai berikut :
Masalahnya, jika kita ditanya : "Apakah bekerja itu enak / menyenangkan ?"
Sebagian besar umat manusia menjawab :
" Bekerja itu tidak enak atau tidak menyenangkan".
Bekerja = Tidak enak / tidak menyenangkan,
Bekerja = Ibadah = Tidak enak / Tidak menyenangkan
Maka lengkaplah diri kita menjadi manusia yang mendapat
murka dari Allah SWT. Dan tidak mendapat kebahagian didunia maupun akhirat. Apakah itu
Yang kita cari ?????
.
copy right (C) 2000, reserved by Bambang Sarkoro
member Gerak Badan Margaluyu Pusat since 1974