I N S T I N G
Disadari atau tidak, harta bawaan yang diberikan Allah SWT semenjak
diri kita bernafas untuk pertama kali adalah Insting alias naluri.
Berbekal harta bawaan inilah kita berjalan mengarungi Indah dan kejamnya
samudra luas yang dinamakan kehidupan.
Sebagai pemberian Allah SWT, Insting selalu bersifat suci dalam artian tidak
mau dikotori.
Kalau kita mau menengok kedalam sini, dan berusaha usaha mengenali insting, maka
kita faham bahwa insting utama dari manusia adalah beladiri.
Kalau kita bicara beladiri maka assumsi yang menjalar di pikiran kita adalah suatu
bentuk kasar berupa gerakan2 beladiri seperti Silat, karate atau aneka jenis bentuk
beladiri yang bersifat maskulin.
Tidaklah terlalu selalu salah, jika gambaran semacam itu menguasai
pikiran, karena memang kita mungkin hanya menerima informasi yang sangat
minimal, bahwa insting manusia adalah beladiri.
Pada hakekatnya insting akan muncul karena perasaan takut. Tidak ada
satu manusiapun dimuka bumi yang tidak punya rasa takut. Meski sesorang akan
sangat marah jika dibilang takut atau dibilang pengecut. Insting yang duduk
pada RASA, selalu memberitakan perasaan takut. Hal inisudah menjadi gelar yang
nyata, bahwa manusia sebenarnya sangat takut dengan rasa sakit dan lapar. Tidak
satupun manusia yang ingin kelaparan, tidak satu manusia yang ingin sakit atau
disakiti.
Entah berapa banyak cost yang dikeluarkan hanya untuk menghindari dua
speisis yang bernama sakit dan lapar.
Dari usia dini, orang tua kita memberikan pendidikan yang tujuanya agar
kelak diri kita dapat membela diri dari serangan kelaparan atau sakit. Entah
sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk maksud tersebut.
Contoh nyata yang bisa kita
petik, mengapa kita perlu konsul ke dokter kalau dirasakan terjadi gangguan kesehatan.
Tentu karena kita membela diri kita agar rasa sakit, atau rasa tidak nyaman tidak
hadir berkepanjangan bertengger di badan kita.
Mengapa kita harus sekolah sampai setuntas mungkin. Hasil dari sekolah
kelak digunakan untuk bekerja agar kita sanggup minimalnya memelihara diri untuk
beladiri agar kita tidak kelaparan.
Jelas apapun aktivitas kita selama ini, intinya adalah beladiri yang dipicu oleh harta
bawaan yang kita bawa sejak lahir, yaitu Insting yang lebih focus pada beladiri.
Kalau saja kita paham bahwa insting manusia adalah beladiri, maka uraian
diatas Insya Allah mampu menghapus gambaran keras dan kasar bahwa pengertian
beladiri akan menjadi sangat lembut. Apalagi pada saat sekarang masih menjadi
assumsi ilmu2 beladiri seperti silat masih mendapat cap ilmu kampungan dan atau
ada banyak jenis ilmu beladiri diangpap sekarang ilmu yang penuh kekerasan.
Dalam hal bergeraknya insting sesuai dengan usia kedewasaan, maka gerak insting akan
terbelah dua, yang membuat kita menjadi Intovert
(tertutup) dan atau extrovert (terbuka). Kedua kejadian bukanlah
pilihan. Satu diantara dua kejadian ini dipastikan dominan ada didalam diri kita, yang
ditentukan oleh evolusi kesadaran dan kadar emisonal setiap orang dalam membela diri.
Kalau ditanya anda pilih yang mana ? Maka anda tidak bisa menjawab
dengan pasti karena kedua kejadian intovert atau extrovert bukanlah suatu pilihan.
Yang perlu kita pahami adalah seberapa jauh kita menyadari kadar intovert dan kadar extrovert
menguasai diri kita. Sebagai gambaran kalau kadar intovert diri kita lebih dominanmaka
kita akan menjadi manusia yang penuh misteri.
Didalam diri ini sebenarnya ada 4 ruang yakni:
Ruang Pertama adalah Ruang AKU TAHU, ORANG LAIN TAHU.
Ruang kedua adalah ruang AKU TAHU, ORANG LAIN TIDAK TAHU.
Ruang ketiga adalah ruang AKU TIDAK TAHU. ORANG LAIN TAHU.
Ruang ketiga adalah ruang AKU TIDAK TAHU. ORANG LAIN TIDAK TAHU.
>Kita ambil contoh sederhana saja seperti uraian dibawah ini, guna mendapat gambaran
yang lebih jelas.
Misal kalau kita menyimpan rahasia, dimana biasanya rahasia terdiri
dari speises negatip berupa kebobrokan moral. Maka Kebobrokan moral akan
menempati ruang kedua AKU TAHU ORANG LAIN TIDAK TAHU. Bentuk kebobrokan moral seperti
apa sih yang disimpan di ruang kedua itu ? Yah tidak jauh dari kelamnya masa lalu,
perselingkuhan, pacaran dengan suami orang lain, pacaran dengan istri orang lain, pernah
membunuh orang lain, janji palsu dan banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu.
Sejalan dengan waktu, ruang kedua AKU TAHU ORANG LAIN TIDAK TAHU akan
menjadi penuh. Tak bisa lagi menampung. Maka akan meluber kedalam ruang pertama
AKU TAHU ORANG LAIN TAHU. Kalau rahasia sudah meluber
mengisi ruang pertama AKU TAHU ORANG LAIN TAHU, maka dengan waktu yang singkat
semua rahasia keboborokan moral yang disimpan rapi akan terbongkar. Terbongkarnya
rahasia bukanlah disebabkan oleh faktor extern. Tetapi merupakan dorongan energi Insting yang
didalam diri kita sendiri, menggetarkan orang lain, untuk bebas dari berbagai bentuk
kekotoran perilaku pribadi kita. Maka diluar kewajaran jika
rahasia diri terbuka kemudian menuding orang lain bersalah. Kita harus memahami Insting
memiliki energi kuat yang bisa menggetarkan orang lain, dan Insting yang ada
didalam diri kita, berusaha menembus sumbatan sumbatan moral yang ditutup oleh nafsu.
Kajian contoh diatas, adalah merupakan peristiwa biasa yang masuk
logika setiap orang. Kalau kita mau mengkaji lebih dalam lagi dengan kajian
“human engineering”. Kesemua ini berangkat
dari Insting manusia sebagai Harta bawaan hadiah Allah SWT.
Insting hadiah Allah SWT adalah suci. Insting tidak mau dikotori oleh
perilaku raga yang kotor menyimpang dari Hukum Allah. Oleh karena itu berterima
kasihlah kepada Insting yang selalu setia membela diri kita tanpa pamrih, tanpa
menginginkan imbalan.
Insting Hanya memerlukan perjalanan hidup yang baik dari raga kita. Agar diri kita
dapat menciptakan sejarah hidup yang baik