ABAH ANDADINATA
|
|
Sekilas tentang
sejarah Abah Andadinata. |
Pada awalnya beliau mendirikan gerak badan pencak Margaluyu pada dekade tahun 1920an,
tetapi baru ditahun 1930 Margaluyu dikenal pada kalangan yang sangat terbatas. Mengingat
kondisi pada saat itu adalah bukan saat yang tepat, mengingat Indonesia masih berada dalam
era penjajahan yang tentunya bukanlah hal yang mudah untuk melatih beladiri secara terbuka.
Margaluyu mulai dikenal sejak abah Andadinata berhasil mengamankan daerah Cicalengka tepatnya
desa Cikuya dari gangguan gerombolan sekitar tahun 1946. Oleh karena itu lurah desa Cikuya
pada waktu itu bapak Ibrahim meminta beliau menetap di desa Cikuya untuk melatih sport (olah raga) Margaluyu-pusat
kepada warga desa.
Dengan dibantu oleh Mang Ulis, Mang Andi Rohandi, Mang Suwandi dan Mang Uwen warga desa berlatih
Gerak Badan Margaluyu. Dan baru pada tahun 1948 secara resmi Gerak Badan Penca Margaluyu-pusat
didaftarkan ke PPSI dan Departemen Pendidikan & Kebudayaan.
IBU ANDADINATA
|
|
Sekilas tentang
almarhumah ibu Andadinata. |
IDIT JUNAEDI
|
|
Sejak usia 9 tahun orang tua Idit Junaidi menyerahkan kepada abah Andadinata (dingengerkan) yang pada
awalnya untuk membantu mengurus keperluan keluarga abah Andadinata dan sebagai teman main Tohidi
(kang Ujang) putera Abah Andadinata yang bungsu. |
Dalam waktu yang relatip singkat semua jurus-jurus Margaluyu selesai ditempuh. Bahkan sampai ketahap
makrifat Margaluyu.
Kecintaan dan kepercayaan Abah Andadinata kepada Idit Junaidi, maka beliau diangkat menjadi
pelatih, sehingga lengkaplah di Cicalengka ada dua pelatih Margaluyu-Pusat yaitu Mang Andi Rohendi
dan Idit Junaidi.
Para senior Margaluyu-Pusat yang dilatih oleh Idit Junaidi antara lain Bapak Suherlin (Subang), bapak
Saica (Karawang), Bapak Imam Sudarso (kp. Duri Jakarta), H. Idi (Cianjur), Brigjen Ucu Sapri (Kebayoran
Jakarta), bapak Saleh (Rancaekek), Brigjen Sukamto (Cinere), Cin Ong (Karawang), Bum Pit (Ps Senen)
Bapak Toha (Tj. Priok), Eng Go (Tebet Jakarta). Ketut Tedun (Cimahi), Ishak Zaenuddin (Desa Balong Cicalengka)
Sesuai dengan wasiat abah Andadinata, bahwa pelatihan Margaluyu dilaksanakan secara privat, dan tidak
dalam bentuk massal, agar diperoleh kualitas yang optimal.
ANDI ROHANDI
|
|
Mang Andi sebutan akrab untuk beliau, Terlahir dengan Nama Andi Rohandi. Beliau adalah
satu diantara sesepuh Margaluyu yang tinggal di Cicalengka. Tepatnya di desa Dungus Maung,
tidak jauh (*/- 1 Km) dari desa Cikuya Cicalengka tempat abah Andadinata tinggal. |
Soekabdjo
|
|
Bagi warga Beran Kidul Desa Tridadi Kabupaten Sleman, sudah tidak asing dengan Pak Soekab sebagai sapaan populer.
Sebagian warga menyapanya dengan mas Lurah. Bukan karena beliau menjabat sebagai kepala desa, Karena beliau adalah
putra seorang lurah. |
Saitja
|
|
Pak Ica panggilan akrab beliau. Bagi masyarakat di Karawang kota, khususnya disekitar Anjung Kanoman sangat mengenal beliau sebagai guru silat tradisional dan aktip memasyarakatkan pencak silat di kabupaten Karawang melalui IPSI Kab. Karawang. Beliau didampingi oleh Chin Ong (seniornya) seorang warga keturunan melatih Gerak badan Pencak Margaluyu Pusat di Karawang. Jadi tidak aneh jika banyak warga keturunan Tionghoa yang belajar Silat / Jurus Margaluyu Pusat di daerah Karawang. Aktivitas Margaluyu Pusat yang dilaksanakan olah bapak Saitja di daerah ini selalu mendapat support dari Pak Idit Junaidi, pelatih Senior dari Cikuya Cicalengka. |
Dan Suwaryono
|
|
Suwaryono adalah nama asli beliau. tetapi kemudian lebih akrab dipanggil dengan pak Dan. Sebutan ini menjadi populer
karena belaiulah orang pertama di Yogyakarta yang berlatih beladiri tangan kosong yang berhasil mencapai sabuk hitam
level Dan.
Beliau adalah salah seorang Dosen di sebuah perguruan tinggi seni. Dan juga sebagai seorang wartawan sebuah harian terkemuka
di Yogyakarta. Mengenal Margaluyu Pusat sewaktu beliau meliput acara festival Seni Tradisional. Guna mendapatkan informasi
yang lebih detail beliau berkunjung ke Cikuya Cicalengka dan bertemu langsung dengan abah Andadinata. |
Bambang E.P Sarkoro
|
|
Bambang Sarkoro sebutan akrab untuknya, mengenal dan berlatih Keilmuan Margaluyu Pusat pada dekade tahun 1970an,
Pertama sekali dibimbing oleh Bapak Sukabdjo (asal Beran Kidul Sleman D.I.Y). Masa pelatihan dimulai dengan hijrahnya
bapak Sukabdjo dari Sleman ke Pisangan Timur Jatinegara pada tahun 1972. Karena sulitnya tempat berlatih,
maka latihan dilakukan di kampung Tanah 80 Klender. Proses Harkatan dilaksanakan di Cicalengka oleh alm Ibu Andadinata. |
Rama Wijaya
|
|
Keluarga yang berada dilingkungan TTKDH, membuat Rama Wijaya mencintai seni beladiri sejak usia dini. pada Usia sekolah Dasar
beliau mulai belajar Karate. Perguruan Silat Tradisional yang sempat dipelajari a.l Lang Lang Buwana, Sahbandar dan Bangau Putih, serta MP. |