TUTUR KELUARGA S.ANDDINATA
7(TUJUH) KEBOHONGAN ALIBASYAH HS EFFENDI PS (GURU BESAR 151)
Pada sarasehan para sepuh, keluarga Andadinata menyampaikan sebagai berikut:
Pertama:
Kebohongan Alibasyah HS Effendi PS mengaku sebagai murid terdekat Andadinata dan pewaris
tunggal keilmuan margaluyu dari abah Andadinata.
BUKTI KEBOHONGANYA, bahwa Alibasyah HS Effendi tidak pernah bertemu muka langsung dengan
abah Andadinata. Alibasyah HS Effendi belajar margaluyu kepada pa Sumopawiro di kota Wates
Kulonprogo D.I Yogyakarta pada tahun 1963. Dilatih oleh bapak Basuki dan Di harkat (wisuda)
oleh pa Sumopawiro. Jelasnya Alibasyah HS Effendi bukan diharkat (wisuda) olen abah Andadinata.
Saksi hidup kebohongan Alibasyah HS Effendi PS masih hidup dan bisa ditanyakan sampai
saat ini. Seperti pa Sudarmo (tetangganya Effendi), pa Diyono, pa Rusmin, pa Kusnan
pak Randi yg kesemuanya adalah teman seangkatan Alibasyah HS Effendi PS sewaktu
berlatih margaluyu kepada pa Sumopawiro di kota Wates Kab. Kulonprogo D.I.Yogyakarta.
Bahkan guru dari Alibasyah HS Effendi yakni pa Basuki, sekarang masih segar bugar yang bertempat
di daerah Mulungan Yogyakarta. sebagai saksi hidup, siap untuk membeberkan kebohongan Effendi
Kedua
Kebohongan Alibasyah HS Effendi yang mengatakan bahwa ilmu Margaluyu yg berasal dari
Ilmu surudiro jayaningrat lebur dening pangastuti yang kemudian dirubah namanya menjadi
Margaluyu didirikan di Yogyakarta pada 6 Juni 1555 oleh Sultan Agung raja Mataram
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS, bahwa pada tahun 1555 kerajaan Mataram belum
berdiri. Tahun 1555 Sultan Agung belum lahir. Tahun 1555 kota Yogyakarta belum berdiri.
Fakta otentik bahwa kerajaan Mataram baru berdiri tahun 1587. Sultan Agung baru lahir
pada tahun 1593. Sultan Agung Menjadi raja Mataram tahun 1613. Kota Yogyakarta baru
berdiri tahun 1756.
Ketiga
Kebohongan Alibasyah HS Effendi PS yang mengatakan bahwa Abah Andadinata sebagai abdi
dalem / pengasuh Sultan Agung dan diwarisi ilmu surodiro jayaningrat lebur dening
pangastuti yang kemudian dirubah namanya menjadi ilmu Margaluyu.
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS adalah Fakta otentik bahwa Sultan Agung sudah
meninggal pada tahun 1645 dan abah Andadinata dilahirkan pada tahun 1893.
Jadi sangat tidak mungkin abah Andadinata yg belum lahir pada saat Sultan Agung
meninggal ditahun 1645 bisa menjadi abdi dalem / pengasuh Sultan Agung.
Sangat tidak mungkin Sultan Agung yang sudah meninggal di tahun 1645, bisa mengajar,
melatih dan mewarisi ilmu surodiro jayaningrat lebur dening pangastuti kepada abah
Andadinata yang belum lahir pada saat Sultan Agung Meninggal.
Keempat
Kebohongan Alibasyah HS Effendi PS yang mengatakan bahwa abah Andadinata lahir pada
6 Juni 1724 dan wafat 6 Juni 1969. Dan makamnya tidak diketahui keberadaanya.
Kebohongan ini ditulis dibuku Panduan ML151 dan buku Selayang Pandang 151.
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah Hs Effendi PS, bahwa dia sudah melihat sendiri pada di nisan
makam abah Andadinata tertulis wafat pada 30 Januari 1969.
Namun pada tanggal 12 Des 2010 Alibasyah HS Effendi PS mengatkan bahwa Eyang Andadinata
masih hidup sampai sekarang tetapi muspro menghilang bersama jasadnya
Kelima
Kebohongan Alibasyah HS Effendi PS yang mengatakan umur abah Andadinata 394 tahun. fakta
kebohongan ini tertulis dibuku panduan Margluyu 151 hal. 14
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS Bahwa gurubesar 151 Alibasyah HS Effendi PS telah
salah menghitung. Jika ditarik dari tahun wafat abah Andadinata 1969 dikurang 394 tahun
maka tahun kelahiran abah Andadinata adalah 1969 – 394 = 1575. Bukan 6 Juni 1724 seperti
yg ditulis di buku Selayang Pandang ML151. Dan Buku Panduan Margaluyu 151
Setiap kebohongan pasti memiliki celah fakta yang tidak pernah diperkirakan oleh pelaku
pembohongnya.
Keenam
Kebohongan Alibasyah HS Effendi P, mengatakan bahwa ada orang yang Iri dan Dengki kepada
dirinya karena tidak diwariskan keilmuan Margaluyu dari abah Andadinata.
Maka membuat perguruan Margaluyu lainya.
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS, Dalam kenyataanya Alibasyah HS Effendi PS baru
belajar Margaluyu pada tahun 1963. Dan baru belajar 11 jurus dari 52 Jurus Margaluyu
yang diajarkan oleh Abah Andadinata. Selebihnya Alibasyah HS Effendi PS mengajarkan
ilmu Kejawen yg tidak pernah diajarkan oleh abah Andadinata.
Ketujuh
Kebohongan Alibasyah HS Effendi PS mengatakan pada Pedranas 12 Des 2011 bahwa abah
Andadinata masih hidup sampai sekarang tetapi muspro menghilang bersama jasadnya alias Moksa. Dan mengatakan bahwa yang dimakamkan di Cikuya adalah S.Andadinata anak tertua abah Andadinata.
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS, Yang dikatakan pada pedranas 12 Des 2010
bertolak belakang dengan yang pernah ditulis di buku Panduan ML151 dan buku Selayang
Pandang 151.
Di kedua buku tsb dengan gamblang tertulis Eyang Andadinata Wafat pada 6 Juni 1969.
Namun di pedranas mengatakan Eyang Andadinata masih hidup sampai sekarang.
BUKTI KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi yg mengatakan yg dimakamkan di Cikuya adalah
S. Andadinata anak tertua dari Eyang Andadinata. Terbukti bahwa sejak Alibasyah
HS Effendi PS belajar Margaluyu kepada pa Sumopawiro dan dilatih oleh Pak Basuki dan mengangkat dirinya sebagai
guru besar ML151, belum pernah ke Cikuya Cicalengka berkunjung kepada abah Andadinata
dan atau keluarganya Andadinata. Belum pernah tahu kalau nama lengkap eyang Andadinata
adalah S. Andadinata.
Alibasyah HS Effendi PS baru tahu jika didepan nama Andadinata ada huruf S, pada
saat datang membuktikan bahwa makam abah Andadinata benar benar ada pada tanggal
18 Des 2009.
Demikian tutur keluarga Andadinata yg menguraikan kebohongan sistemik dari seorang
Alibasyah HS Effendi PS. Insya Allah dengan adanya penjelasan ini, masyarakat tidak disesatkan
oleh uraian palsu guru besar ML151.
Jika memerlukan informasi lebih detail silahkan hubungi
keluarga Andadinata melalui email : andadinata@margaluyu-pusat.net dan atau email
sekertariat MLP mlpusat@margaluyu-pusat.net